Anggota Komisi I DPR Apresiasi Polda Banten Ungkap Sindikat Pemalsuan Madu Lebak --> Make Image responsive
KOMPAS TERKINI.COM >> Diterbitkan Berdasarkan Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999. Dengan SK. KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0043861.AH.01.01.TAHUN 2021 dan Telah Ditetapkan di Jakarta, Tanggal 08 Juli 2021

Anggota Komisi I DPR Apresiasi Polda Banten Ungkap Sindikat Pemalsuan Madu Lebak

23 Des 2020

KOMPAS Terkini.com, Jakarta – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini yang juga merupakan Anggota DPR Dapil Banten mengapresiasi keberhasilan Polda Banten yang telah mengungkap sindikat pemalsuan madu Baduy Lebak Banten, kemrin.

“Terima kasih kepada aparat kepolisian Polda Banten atas keberhasilan pengungkapan kasus ini. Tentu juga kepada jajaran Pemda atas kerjasamanya. Pemalsuan madu Baduy atau madu Lebak yang sudah sohor dimana-mana ini jelas merugikan masyarakat dan pemerintah daerah,” ungkap Jazuli.

Menurut Anggota Komisi I DPR ini, yang paling terdampak atas pemalsuan madu Baduy adalah masyarakat karena bisa mematikan kreatifitas dan usaha lokal masyakat adat Baduy. Pemalsuan mematikan usaha warga Baduy yang dikenal bersungguh-sungguh menghadirkan madu kualitas terbaik dari Lebak.

“Perbuatan pemalsuan ini sungguh keji. Apalagi skala dan omsetnya begitu besar hingga milyaran rupiah. Jelas hal ini menggerus penghasilan masyarakat Baduy dan mencoreng citra kualitas madu Baduy yang murni dan asli,” tandas Jazuli.

Untuk itu, Anggota DPR Dapil Banten ini meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan menangkap aktor utama dan seluruh pemainnya. Jangan sampai kasus serupa terulang kembali ke depannya. Kepada Pemda Lebak maupun Banten Jazuli berharap agar melindungi kekayaan tradisional masyarakat Baduy ini, mengembalikan citranya, dan membantu memberdayakan para pengrajin madu agar semakin meningkat kualitas produk, pemasaran, dan penghasilannya.

“Sekali lagi apresiasi atas kerjasama semua pihak khususnya aparat Polda Banten. Kita semua berkewajiban melindungi kekayaan luar biasa masyarakat Baduy ini,” pungkas Jazuli. (*)