Ketua Umum LAP Siap Menjadi Penerima Vaksin Pertama Di Kabupaten Bone --> Make Image responsive
KOMPAS TERKINI.COM >> Diterbitkan Berdasarkan Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999. Dengan SK. KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0043861.AH.01.01.TAHUN 2021 dan Telah Ditetapkan di Jakarta, Tanggal 08 Juli 2021

Ketua Umum LAP Siap Menjadi Penerima Vaksin Pertama Di Kabupaten Bone

13 Jan 2021



KOMPAS Terkini.com,- Andi Muh. Akbar,S.Pd selaku Ketua Umum Aktivis Laskar Arung Palakka (OKP LAP) menyatakan kesiapannya dalam mendukung dan menyukseskan program vaksinasi bertahap yang akan mulai dijalankan pemerintah dalam waktu dekat. "Vaksinasi adalah salah satu solusi yang diharapkan dapat membantu berakhirnya pandemi di negeri ini. Usaha keras pemerintah dalam mengupayakan hadirnya vaksin untuk rakyat Indonesia sangat kami apresiasi," Ungkapnya. "Kesuksesan program vaksinasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kesuksesan vaksinasi adalah kesuksesan kita semua sebagai bangsa." Tambahnya kemudian. 
Saat dijumpai di Kediamannya di perumahan bumi cilellang Mas pada hari Rabu 13 Januari 2021, Andi Akbar mengaku siap divaksin pertama kali di kabupaten Bone. 

Keinginan ini merupakan bentuk komitmennya menyukseskan vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

“Saya sudah bersedia divaksin (pertama) di Kabupaten Bone ini. Saya siap, Pak Presiden saja sudah divaksin hari ini, masa saya tidak,” kata Andi Akbar.
Lebih lanjut ia mengatakan vaksinasi merupakan proses panjang dari pikiran para ahli kesehatan dan ikhtiar semua pihak untuk mencegah penularan Covid-19. Vaksinasi juga sudah melalui sertifikasi halal dan suci dari MUI serta mendapatkan izin penggunaan dari BPOM. Karena telah melalui tahapan sertifikasi halal dan didukung proses uji klinis yang dilakukan BPOM, kita tidak perlu ragu bahwa vaksin Sinovac ini halal, suci, sekaligus thayyib atau aman digunakan. Menurut Ketua umum LAP ini, proses sertikasi halal vaksin Sinovac telah dilakukan sesuai regulasi yang diatur dalam UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menerbitkan Surat Ketetapan Halal vaksin Sinovac. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga telah merilis Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat atas vaksin tersebut.  Ia meminta semua pihak untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia pun mengajak segenap rakyat Indonesia, untuk dengan penuh kesadaran dan tanpa keraguan mengikuti vaksinasi yang akan segera dilaksanakan oleh pemerintah, dengan tujuan untuk saling melindungi satu sama lain. Saya siap divaksin, ayo ikut vaksinasi," ujarnya.
Akan ada efek yang berbeda-beda kepada setiap orang sesuai dengan kondisi tubuh saat diimunisasi. Menurutnya, ini wajar dan akan ditangani oleh petugas medis di lapangan Dan Saya Sudah Memerintahkan Seluruh Kader LAP untuk Membantu dan Mendukung Pemerintah.



Editor :KT