"Akibat Janji Manis" Anak Umur 15 Tahun Rela Masuk Kamar --> Make Image responsive
KOMPAS TERKINI.COM >> Diterbitkan Berdasarkan Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999. Dengan SK. KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0043861.AH.01.01.TAHUN 2021 dan Telah Ditetapkan di Jakarta, Tanggal 08 Juli 2021

"Akibat Janji Manis" Anak Umur 15 Tahun Rela Masuk Kamar

17 Feb 2021



KOMPAS Terkini.com,- Seorang buruh bangunan berinisial Lel. SPM (26), berhasil diringkus unit PPA dan tim anti bandit Polres Gowa pasca melakukan aksi persetubuhan dengan anak dibawah umur

Aksi tersebut dilakukan tersangka
Lel. SPM (26) pada tanggal 09 Desember 2020, pukul 13.00 WITA terhadap korbannya berinisial NUZ (15) yang merupakan seorang pelajar.

Kronologis kejadian berawal pelaku bertamu ke rumah korban di BTN Citra Borongloe Kelurahan Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Saat itu pelaku merayu korban dan menjanjikan akan menikahi korban jika ingin berhubungan badan.

"Setelah berhasil merayu kemudian pelaku membawa korban kedalam kamar lalu melakukan aksi bejatnya, ungkap KBO Reskrim IPTU Mas Jaya",saat menggelar jumpa Pers pada Rabu (17/01/2021).

Aksi tersebut terungkap setelah seorang saksi mendatangi rumah korban untuk mengembalikan
mangkok yang dipinjamnya dimana saat itu saksi melihat pelaku keluar dari kamar.

Setelah kejadian pihak keluarga melaporkan kejadian selanjutnya  pada Selasa  02 Feb 2021 Pukul 01.00 WITA Unit PPA dan tim anti bandit mendapatkankan informasi tentang keberadaan pelaku di rumahnya.

Personil kemudian melakukan penggerebekan dirumah tersangka  dan berhasil meringkus saat tersangka l bersembunyi di bawah ranjang. Dari penangkapan tersebut berhasil disita beberapa barang bukti diantaranya 2 lembar BH korban, 2 Lembar Celana Dalam Korban, 1 lembar celana Short korban dan 2 Lembar daster milik korban.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya penyidik PPA Polres Gowa menjerat tersangka dengan Pasal 81Jo Pasal 76 D UU No.17 tahun 2016 tentang penetapan perpu No. 01 tahun 2016 ttg perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 5 Milyar, jelas IPTU Mas Jaya.(hms)