Demi Keadilan dan Kemanusiaan, Kejari Aceh Tamiang Berikan Restorative Justice --> Make Image responsive
KOMPAS TERKINI.COM >> Diterbitkan Berdasarkan Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999. Dengan SK. KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0043861.AH.01.01.TAHUN 2021 dan Telah Ditetapkan di Jakarta, Tanggal 08 Juli 2021

Demi Keadilan dan Kemanusiaan, Kejari Aceh Tamiang Berikan Restorative Justice

25 Feb 2022

KOMPAS Terkini com,- Aceh Tamiang 
Beratnya perekonomian ditengah pandemi Covid 19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan  sehingga ada segelintir orang kehilangan mata pencaharian dan terhimpit ekonomi yang kemudian terpaksa melakukan pekerjaan yang bertentangan dengan hukum.

Keadaan itu di alami AT Bin Suroto, 55 tahun, warga Dusun Paya Baku, Kampung Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, terpaksa berurusan dengan hukum karena demi melunasi hutang membayar uang kuliah anaknya, AT terpaksa melakukan pencurian  sepeda motor, akibatnya  dia berurusan dengan pihak penegak hukum.

AT tersangka tindak pidana pencurian sepeda motor kepada penegak hukum
Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, mengaku terhimpit ekonomi.

Menurut informasi Dia juga  sebelumnya sempat ditahan atas tindak pidana pencurian tersebut. Namun dengan segala pertimbangan kasus tersebut dihentikan oleh pihak kejaksaan.

"Saya terpaksa melakukan tindakan tidak terpuji itu, demi membayar hutang uang kuliah anak saya", ungkapnya pada  Kompas Terkini.com, usai menerima tali asih daripihak kejaksaan di kediaman anaknya, jalan Medan Banda Aceh Desa Kebun Tengah, Kecamatan Kejuruan Muda Aceh Tamiang, Kamis(24/02/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tamiang, melalui Kasi Intelijen Rajesh Khanna, SH, membenarkan pihaknya telah memberikan Restoratif Justice (RJ) dan bantuan tali asih kepada AT,  saya di hubungi  Media ini, Jum'at (25/02/2022).

Menurut Rajes, demi kemanusiaan dan keadilan, Kejari Aceh Tamiang menghentikan perkara hukum tersebut.

Terkait perkara tersebut terang Rajes, kami  sebelumnya telah  melakukan gelar perkara  terkait penghentian penuntutan.

Dan penghentian penuntutan berdasarkan pemberian Restorative Justice (RJ), atas perkara tersebut, setelah kedua belah pihak melakukan perdamaian dan saling memaafkan. 
Itu berdasarkan penilaian korban terhadap AT apa yang dilakukannya karena terpaksa akibat himpitan ekonomi, jadi demi kemanusiaan korban pun bisa dimaafkan. Dan itu setelah di inisiasi pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang.

"Dan tahapan pemberian RJ itu telah melalui mekanisme juga diketahui  Bapak Jampidum dan  pimpinan di Kejagung", kata  Rajesh Khana, SH, MH. 

Menurut Rajez lebih lanjut, restorative justice merupakan suatu pendekatan yang menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri. Fiat justisia ruat coelum, pepatah latin ini memiliki arti, “meski langit runtuh keadilan harus ditegakkan”.

Sementara, AT  selain mendapatkan RJ, juga menerima bantuan Tali Asih berupa  Sembako dari Kejari Aceh Tamiang yang langsung diserahkan melalui Kasi Intelijen.

Dengan pemberian RJ dan bantuan tali asih tersebut, diharapkan Bapak  AT semoga tidak mengulangi lagi perbuatannya, tutup Rajes Kanna.

( Tarmizi/Red)