Jelang Bulan Ramadhan, Polisi Santri Polres Palopo Ciptakan Suasana Kondusif Melalui Ajaran Agama --> Make Image responsive
KOMPAS TERKINI.COM >> Diterbitkan Berdasarkan Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999. Dengan SK. KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0043861.AH.01.01.TAHUN 2021 dan Telah Ditetapkan di Jakarta, Tanggal 08 Juli 2021

Jelang Bulan Ramadhan, Polisi Santri Polres Palopo Ciptakan Suasana Kondusif Melalui Ajaran Agama

26 Mar 2022

KOMPAS Terkini.com,- PALOPO – Dalam menciptakan Sitkamtibmas yang Kondusif, dilakukan pendekatan secara agama, ini dilakukan oleh Polisi Santri Polres Palopo dengan mengajak warga yang beragama Islam memakmurkan mesjid.

Beberapa waktu lalu telah beberapa kali terjadi perkelahian di Jalan Yos Sodarso Kota Palopo, Dalam kegiatannya Polisi santri mendatangi warga atau pemuda satu demi satu yang didapatinya di jalan. “Ayo sebagai umat Islam kita memakmurkan mesjid serta bersama-sama shalat berjamaah dimesjid.” ajak salah satu Polisi Santri Polres Palopo.

Tidak sampai disitu, Polisi Santri Polres Palopo juga memberikan Kultum pada usai laksanakan Sholat subuh berjamaah di masjid kepada jamaah yang ada, Dalam ceramahnya, Salah sau Polisi Santri Polres palopo Aiptu Ruslan SH mengatakan Sholat dapat menjadi benteng untuk melakukan suatu perbuatan yang jahat, sehingga kita bisa menjadi manusia yang taat kepada Hukum Allah dan hukum Negara.

“Apabila amalan sholat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari , Insya Allah itu dapat menjadi benteng kita untuk berbuat keji”. Tuturnya.

Polisi Santri Polres Palopo selalu mengajak para jamaah agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT, dan berlomba-lomba untuk mengejar pahala pada dalam kehidupan serta di Bulan Ramadhan yang penuh berkah nantinya.

Ditempat terpisah, Kapolres Palopo AKBP H. Muh. Yusuf Usman SH.,. SIK., MT menjelaskan bahwa kita harus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat dan tokoh agama setempat. Tentunya, ini untuk menimbulkan rasa kekeluargaan, rasa kebersamaan dan gotong-royong, " Ujar Kapolres Palopo.

Menurutnya, “perbedaan-perbedaan tersebut, yang menyatukan mereka sehingga tidak ada terjadinya Konflik dalam masyarakat” tutupnya.(Ys)