Dugaan Korban Pembunuhan Berencana di Donri-Donri, 19 Luka Tusukan Ditubuh Korban --> Make Image responsive
KOMPAS TERKINI.COM >> Diterbitkan Berdasarkan Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999. Dengan SK. KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0043861.AH.01.01.TAHUN 2021 dan Telah Ditetapkan di Jakarta, Tanggal 08 Juli 2021

Dugaan Korban Pembunuhan Berencana di Donri-Donri, 19 Luka Tusukan Ditubuh Korban

26 Jun 2022

KOMPAS Terkini.com
,- Seorang wanita menjadi korban pembunuhan di Dusun Ammessangeng Desa Pising Kecamatan Donri - Donri Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Korban diketahui yaitu per. UK ( 36 ) yang ditemukan tewas bersimbah darah oleh kedua anaknya dikediamannya, Sabtu (25/06/2022) pukul 00.05 WITA.

Kapolsek Donri - Donri Iptu Heriyadi Nur SE, M.M bersama personil yang menerima laporan tersebut langsung menuju TKP.

Iptu Heriyadi Nur SE. M.M menjelaskan berdasarkan keterangan saksi saat berada di TKP bahwa kedua anak korban yaitu Per. KK bersama Lel MA sedang tidur bersama korban, namun pada saat terbangun dirinya sudah melihat korban dalam keadaan bersimbah darah dan melihat seorang yang diduga pelaku keluar dari kelambu tempat tidur korban dan berlari keluar kamar, sehingga anak korban berteriak meminta tolong dan membuat warga berdatangan di TKP.

"Sekitar pukul 00.30 pelaku yaitu Lel. MD ( 41 ) yang merupakan mantan suami korban menyerahkan diri di Mapolres Soppeng dengan membawa barang bukti sebila badik yang dipakai untuk menikam korban".tambah Iptu Heriyadi Nur

Berdasarkan olah TKP serta hasil Visum yang melibatkan Unit Identifikasi Polres Soppeng bersama Tim Medis Puskesmas Tajuncu menemukan sebanyak 19 luka tusukan benda tajam ditubuh korban.

Pelaku sendiri saat ini telah diamankan di Mapolres Soppeng guna Proses hukum lebih lanjut, Polres Soppeng juga telah melaksanakan pengamanan dirumah duka pasca kejadian tersebut guna mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan.

"Saat dikomfirmasi Kapolres Soppeng AKBP Santiaji Kartasasmita, S.ik., melalui WhatsApp pribadinya telah membenarkan kejadian tersebut dan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku, dugaan sementara pembunuhan berencana, dan masih dalam proses gelar perkara" jelas Adjie.