Hitungan Bulan, Jalan Cor Pagar Ayu Megang Sakti Senilai 2 Miliar Sudah Rusak

MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas gencar kejar target jalan mulus hingga ke desa-desa.

Baca : Dialog Publik, Empat Lembaga Negara Bersinergi Untuk Indonesia Lebih Baik

Tetapi sayangnya berbanding terbalik dengan kondisi jalan Pagar Ayu, Kecamatan Megang Sakti. Pengerjaan proyek jalan yang belum lama selesai malah mirip keripik “Peyek Kacang.” Sepanjang jalan cor beton sudah nampak terlihat batu krikil, pasir berserakkan. Bahkan banyak retakan, dugaan kuat pekerjaan tidak mengacu dalam teknis pelaksanaan (Juklak) maupun petunjuk teknis (Juknis).

“Kita selaku aktifis, sangat menyayangkan pengerjaan jalan ini. Kepada pihak terkait, terutama Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindaklanjuti proyek ini.

Kita sendiri turun dan melihat langsung proyek tersebut, dan kita¬† pesimis (meragukan) pembangunan jalan yang baru hitungan bulan selesai dikerjakan,” ujar Ikhwan Amir, penggiat anti korupsi dan anti suap ini.

Lebih lanjut, menurut Awang panggilan akrab pria ini, meminta Bupati Ratna Machmud bersama unsur pemerintahannya jangan tinggal diam. Warning kepada kontraktor tidak semena-mena dalam pekerjaannya.

“Kita mengimbau, agar oknum rekanan “nakal” perusahaan di blacklist agar tidak dapat mengikuti tender lagi.

Jangan sampai, kontraktor yang profesional kena imbasnya. Sebagai akibat ulah oknum kontraktor yang ingin meraup untung besar, tapi tidak mengindahkan kualitas pekerjaan,: imbaunya.

Infonya, Pemkab Musi Rawas pada  2022 lalu, menggelontorkan APBD sebesar Rp.2.000.000.000 (dua miliar) guna peningkatan jalan metode kontruksi cor beton.

Judul kegiatan, peningkatan jalan Dangku-Pagar Ayu-Lubuk Tua yang mengerjakan pihak ketiga (Pemborong) CV. (D).

Kepala Desa (Kades) Pagar Ayu, Ahmad Yani, Kamis (23/02/2023) mengatakan peningkatan jalan Pagar Ayu rampung sekitar akhir Tahun 2022.

Proyek masih hitungan bulan, namun kades tidak sama sekali mengetahui.

“Saya tidak bisa ngomong banyak siapa pengawas atau PPTK, karena dari titik nol sampai seratus persen saya kurang dilibatkan. Seingat saya waktu mau mulai kerja ada pemborong yang datang kerumah namanya Ruben tinggal di Batu Urip, Lubuklinggau,” jelas Kades.

Kades menjelaskan, panjang keseluruhan peningkatan jalan kurang lebih 500 Meter dengan Lebar 4,5 Meter. Kemudian pekerjaan penyiraman aspal curah ke permukaan jalan sedangkan mengenai papan plang Informasi proyek, ia mengaku tidak terlihat.

“Penyiraman aspal curah di jalan baru dan beberapa titik jalan lama, sekitar 40 drum aspal dititipkan dirumah saya. Mengenai penggunaan aspal sesuai speak atau tidak lihatlah sendiri hasilnyal,” pungkas Kades.

Pantauan awak media terlihat kondisi jalan sudah mulai retak dan aspal yang melapisi permukaan jalan sudah mengelupas hampir sepanjang jalan.

Ada tiga titik, dugaan kuat pekerjaan tidak mengacu pada speak dan RAB yang ada.

Sementara itu PO (50) salah seorang warga desa mengaku, meragukan kualitas jalan bertahan awet lama. Sebab jelas hitungan bulan sudah rusak bagaimana jika rentang waktu satu tahun.

Baca Juga : Musi Rawas dan OKU Timur Terkecil Turunkan Kemiskinan, Barometer Kinerja Kepala Daerah

“Kami orang desa sini sudah sangat lama mendambakan pembangunan jalan, tapi kalau baru hitungan bulan sudah rusak begini bagaimana kalau satu tahun.

Jalan sudah terkelupas dan tergenang air dan terus kendaraan yang melewati, biasanya tidak akan awet,” bebernya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *